Sajak Eunoia II
Risau
Aku tidak peduli meski rasamu tidak seperti rasaku
Aku memilih bertahan dengan segala rasa yang ku
dewakan.
Seperti hujan yang tetap turun dengan derasnya,
meskipun tidak diharapkan.
Seperti
Aku tetap mencintaimu, walaupun yang aku lihat
kekosongan.
Kamu bilang tidak, rasa ini tidak lagi sama.
Namun aku memilih menjadi seorang bodoh yang tidak
mengerti kalimat itu dan tetap memelukmu erat.
Aku menyadari semua.
Tatapmu telah berbeda.
Tawamu tidak lagi sama.
Rasamu pudar.
Jarak terselip antara kita.
Jangan katakan maaf untuk rasa yang memudar.
Menyakitkan sekali.
Kata-kata yang dulu membuatku melayang
sekarang berubah menjadi menjadi panah yang berbalik
menyerang.
Yogyakarta, 2 Maret 2018
Comments
Post a Comment